Fokus pada materi esensial, fleksibilitas tinggi, dan penguatan karakter kontekstual dengan filosofi "Merdeka Memilih" tanpa sekat kaku penjurusan akademis tradisional.
Pembagian beban belajar tidak lagi memakai paket kelas per tahun kaku, melainkan menggunakan konsep Fase Perkembangan untuk memberikan otonomi belajar kepada siswa.
Ditempuh oleh siswa Kelas X. Seluruh siswa mendapatkan muatan mata pelajaran yang setara tanpa diferensiasi (tidak ada penjurusan) untuk membangun basis pengetahuan multidisiplin dan menemukan passion utama.
Ditempuh oleh siswa Kelas XI dan Kelas XII. Mewujudkan filosofi "Merdeka Memilih" di mana sekolah memberikan otonomi penuh kepada siswa untuk menentukan paket mata pelajaran pilihan sesuai cita-cita.
Transformasi mendasar dalam sistem belajar SMA untuk menghasilkan lulusan yang adaptif dan bernalar kritis.
| Aspek Perbedaan | Kurikulum Sebelumnya (K13) | Kurikulum Merdeka Terkini |
|---|---|---|
| Sistem Penjurusan | Siswa dipisahkan sejak awal ke jurusan kaku: IPA, IPS, atau Bahasa. | Tidak ada penjurusan. Siswa bebas mengombinasikan mata pelajaran pilihan. |
| Beban Belajar Kelas X | Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi langsung dipisahkan secara rumit. | IPA dan IPS diajarkan secara multidisiplin/terintegrasi sebagai fondasi dasar. |
| Pendekatan Karakter | Penilaian sikap administratif (spiritual dan sosial) pada rapor. | Digantikan kegiatan Kokurikuler Terstruktur (7KAIH & Lintas Disiplin Ilmu). |
| Kedalaman Materi | Materi sangat padat, mengejar hafalan materi yang luas. | Berpusat pada materi esensial dan melatih kemampuan berpikir kritis kontekstual. |
Detail mata pelajaran wajib Fase E dan pengelompokan mata pelajaran Fase F.
Siswa kelas X mendapatkan muatan mata pelajaran yang setara tanpa diferensiasi:
Mata pelajaran pondasi dasar yang tetap diikuti oleh seluruh siswa Kelas XI dan XII.
Siswa dapat mengombinasikan pilihan dari berbagai rumpun berikut sesuai target program studi perguruan tinggi:
Pengembangan karakter tidak lagi menggunakan model P5, melainkan diwujudkan melalui kegiatan Kokurikuler kontekstual yang dirancang langsung oleh satuan pendidikan.
Pembiasaan harian konkret membangun kesehatan fisik, mental, & moral
Proyek kokurikuler aplikatif pemecahan masalah dunia nyata
Menggabungkan dua atau lebih mata pelajaran dalam proyek kolaboratif kontekstual untuk melatih pemikiran sistemik dan solusi bernilai guna bagi masyarakat.
Proyek siswa dinilai secara holistik melalui perspektif 3 bidang disiplin ilmu secara bersamaan:
Alur perjalanan belajar siswa kelas X, XI, hingga XII menyongsong seleksi PTN (SNBP & SNBT).
Mengenali potensi diri dan memetakan target program studi perguruan tinggi agar pilihan mapel pilihan di kelas XI selaras.
Adaptasi ritme SMA dan pelaksanaan tes diagnostik kemampuan awal siswa.
Pendalaman materi wajib kelas X dan pengerjaan proyek kokurikuler berbasis pembiasaan karakter 7KAIH dan tugas lintas disiplin ilmu.
Pendampingan intensif oleh guru BK melalui psikotes minat-bakat serta pengisian angket mata pelajaran pilihan.
Penetapan paket mata pelajaran pilihan siswa untuk kelas XI oleh tim pengembang kurikulum sekolah.
Menjaga performa akademis pada 4-5 mapel pilihan karena nilai rapor semester 3 dan 4 menjadi modal utama jalur prestasi SNBP.
Masuk ke kelas baru sesuai kombinasi mata pelajaran pilihan yang diambil (bisa menggunakan sistem moving class).
Fokus penuh menjaga nilai tinggi pada mapel pilihan utama serta aktif dalam kegiatan kokurikuler sekolah.
Kesempatan terbatas bagi siswa untuk mengubah mapel pilihan jika dirasa kurang sesuai target perguruan tinggi (tergantung kuota kelas).
Strategi 2 fokus: Menguasai akademis TKA di semester ganjil, serta melatih logika kognitif skolastik UTBK di semester genap.
Pendaftaran kolektif administrasi data NISN siswa di Dapodik untuk kepesertaan Ujian Integrasi TKA + ANBK.
Simulasi Ujian berbasis komputer (21-27 Sep) dan Gladi Bersih Teknis nasional (5-18 Okt) memastikan kelancaran server.
Penerbitan Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) individu siswa sebagai validator resmi nilai rapor.
Pendaftaran PTN menggunakan gabungan Nilai Rapor Semester 1-5 + Dokumen Validator SHTKA.
Murni menguji potensi skolastik, penalaran matematika, dan literasiβtanpa menguji materi pelajaran sekolah lagi karena porsi akademik telah selesai diujikan pada TKA bulan Oktober.