Badan Usaha dalam Perekonomian
Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum) dan ekonomis yang bertujuan mencari keuntungan atau memberikan layanan kepada masyarakat dengan menggunakan modal serta tenaga kerja.
BUMN (Milik Negara)
Badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung dari kekayaan negara yang dipisahkan.
Bentuk BUMN:
Profit-oriented. Contoh: PT Pertamina, PT PLN, PT Telkom.
Pelayanan umum & profit. Contoh: Perum BULOG, Perum Damri.
Peran: Penyedia barang/jasa publik, pelopor usaha strategis, dan sumber penerimaan negara.
BUMD (Milik Daerah)
Badan usaha yang modalnya dimiliki oleh pemerintah daerah, baik sebagian maupun seluruhnya.
- Bank Pembangunan Daerah (BPD)
- PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)
BUMS (Milik Swasta)
Badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh pihak swasta (perorangan atau kelompok).
Badan Usaha Syariah
Seluruh operasional berlandaskan prinsip Al-Qur'an dan Hadis. Bebas dari Riba (bunga), Gharar (ketidakpastian), & Maysir (spekulasi).
Konsep dan Fungsi Manajemen
Pengertian Manajemen
Manajemen adalah seni dan proses merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya (manusia, keuangan, material, metode, pasar) untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Fungsi Manajemen Utama (POAC)
Planning (Perencanaan)
Menentukan tujuan organisasi dan menetapkan langkah-langkah strategis untuk mencapainya.
Organizing (Pengorganisasian)
Membagi tugas, mengelompokkan pekerjaan, serta menetapkan wewenang & rantai komando.
Actuating (Pengarahan)
Mengarahkan, memotivasi, dan memimpin anggota agar bekerja optimal sesuai rencana.
Controlling (Pengawasan)
Memantau, menilai kinerja, dan melakukan tindakan koreksi jika terjadi penyimpangan.
Bidang-Bidang Manajemen
Tingkatan Manajemen
Hierarki kepemimpinan dalam struktur perusahaan.
Tata Kelola & Rencana Usaha Koperasi
Fungsi Manajemen Koperasi
Menerapkan fungsi POAC untuk mengelola kegiatan bisnis dengan menyeimbangkan keuntungan ekonomi (profit) & kesejahteraan anggota (benefit).
Prinsip Transparansi
Keterbukaan informasi keuangan serta kebijakan operasional kepada seluruh anggota secara adil tanpa diskriminasi.
Prinsip Akuntabilitas
Kejelasan fungsi, struktur, dan pertanggungjawaban pengurus agar pengelolaan koperasi berjalan terukur, sah, dan objektif.
Struktur Organisasi Koperasi
(Pemegang Kekuasaan Tertinggi)
Melakukan pemeriksaan pelaksanaan kebijakan & tata kelola keuangan.
Memimpin & mengelola bisnis harian, mewakili koperasi, & menyusun rencana kerja.
Terdiri dari Neraca, Laporan Perhitungan Hasil Usaha (PHU/Laba Rugi), Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Disampaikan Pengurus & Pengawas dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk disahkan oleh anggota.
Tahapan Pendirian Koperasi
Koperasi Murid (Kopma/Sekolah)
Langkah menyusun rencana usaha siswa:
Simulasi Rapat Anggota Tahunan (RAT):
Pengecekan Kuorum → Laporan Pertanggungjawaban Pengurus/Pengawas → Tanggapan & Tanya Jawab Anggota → Pemungutan Suara & Pengesahan Pembagian SHU.
Literasi Ekonomi
Pengertian Literasi Ekonomi
Kemampuan seseorang untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan konsep-konsep ekonomi dasar dalam membuat keputusan yang rasional terkait alokasi sumber daya yang terbatas.
1. Belanja Bijak
Mampu membedakan kebutuhan (needs) vs keinginan (wants) secara disiplin.
2. Cegah Konsumtif
Mencegah perilaku impulsif dan berutang secara berlebihan.
3. Paham Kebijakan
Memahami dampak inflasi, pajak, dan suku bunga terhadap kondisi finansial pribadi.
Indikator Utama Literasi Ekonomi:
Memahami bahwa sumber daya alam & finansial bersifat terbatas.
Mengerti konsekuensi atau hilangnya alternatif saat memilih sesuatu.
Mengerti konsep permintaan, penawaran, & penetapan harga barang.
Memahami penurunan daya beli nilai uang seiring berjalannya waktu.
- Memilih untuk memasak sendiri daripada membeli makanan mahal demi menghemat anggaran bulanan.
- Mengevaluasi apakah pembelian smartphone baru berdasarkan kebutuhan sekolah/kerja atau sekadar mengikuti tren.
Literasi Keuangan & Keuangan Digital
A. Literasi Keuangan
Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan demi mencapai kesejahteraan.
Pengelolaan pencatatan arus kas (uang masuk dan keluar) serta anggaran bulanan.
Kebiasaan menabung, investasi, dan manajemen utang secara bijaksana.
Perhitungan perlindungan aset, asuransi, dan persiapan dana darurat (emergency fund).
Tingkat Literasi Keuangan Masyarakat Indonesia (OJK):
Keuangan Digital & Layanan Fintech
Layanan atau transaksi keuangan yang memanfaatkan teknologi digital dan jaringan internet melalui perangkat seluler maupun komputer.
1. E-Wallet / Fintech Payment
Dompet digital untuk transaksi harian cepat (Contoh: GoPay, OVO, Dana).
2. Digital Banking
Layanan bank penuh tanpa harus ke cabang fisik (Contoh: Blu, Jenius).
3. P2P Lending
Platform pendanaan pinjaman langsung berbasis daring online.
4. Robo-Advisors & E-Investasi
Platform reksa dana, saham, atau obligasi otomatis.
Manfaat & Potensi Digital:
- Aksesibilitas & Efisiensi: Transaksi di mana saja & hemat waktu.
- Inklusi Keuangan: Menjangkau masyarakat tak tersentuh bank fisik (unbanked).
- Pertumbuhan UMKM lebih cepat & transparansi pencatatan data.
Potensi Risiko Waspada:
- Kejahatan Siber: Kejahatan pencurian data (cybercrime/phishing).
- Konsumtif: Akibat kemudahan akses kredit instan (paylater).
- Ancaman jebakan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.